Hasil pemeriksaan luar oleh tim kesehatan Puskesmas Mojoagung dan Tim Inafis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Baca juga:Perkonas Jombang Dukung Raperda Jasa Konstruksi, Dorong Kontraktor Lokal Lebih Kompetitif
“Diperkirakan korban sudah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan,” terang Kompol Yogas.
Dari keterangan warga, korban terakhir kali terlihat pada Jumat (15/5/2026) pagi. Sementara itu, pihak keluarga menyebut korban memiliki riwayat penyakit kolesterol dan asam urat tinggi yang kerap mengganggu aktivitasnya.
Sebelum meninggal dunia, korban juga sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di wilayah Bejijong, Trowulan.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban kemudian dimakamkan oleh keluarga.



















