Setelah negosiasi yang berlangsung alot di bawah tekanan, korban yang hanya memiliki uang tunai Rp200 ribu akhirnya terpaksa menyerahkan uang operasional toko sebesar Rp500 ribu demi keselamatan dirinya.
Baca juga:Kesal Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Pemuda Wong Ayem Jombang Patungan Tambal Jalan
“Saya bilang cuma punya Rp200 ribu. Daripada terus ramai, akhirnya saya kasih Rp500 ribu,” keluhnya.
Kejadian ini menimbulkan keresahan di kalangan pelaku usaha mikro setempat. Berdasarkan keterangan sejumlah korban, aksi serupa diduga tidak hanya terjadi di satu lokasi, tetapi juga menimpa beberapa jaringan Toko Madura lain di kawasan Mojoagung dengan pola intimidasi yang sama.
Para korban berharap pihak kepolisian segera bertindak untuk menindak praktik premanisme yang semakin meresahkan.
“Saya berharap polisi bisa menindaklanjuti supaya kami merasa aman dan nyaman dalam berdagang,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyatakan pihaknya telah menindaklanjuti informasi tersebut dengan menerjunkan tim ke lokasi kejadian.
“Terima kasih informasinya, kami tindak lanjuti,” ujar AKBP Ardi melalui pesan singkat.



















