Meski demikian, karena kerusakan tersebut bersifat mendesak dan berdampak pada kegiatan belajar mengajar, Pemkab Tulungagung memastikan proses perbaikan akan menjadi prioritas.
Baca juga:Dua Jemaah Haji Tulungagung Wafat di Tanah Suci, Diduga Akibat Dehidrasi
“Anggarannya masih perlu dibahas lebih lanjut. Karena sifatnya mendesak, kami targetkan tahun ini mulai dikerjakan agar ruang kelas bisa segera digunakan kembali,” ujarnya.
Sebelumnya, dua ruang kelas di SDN 1 Babadan, Kecamatan Karangrejo, mengalami kerusakan pada bagian atap dan tembok yang runtuh pada Selasa (26/5/2026). Kerusakan diduga terjadi akibat kondisi bangunan yang sudah tua, mengingat renovasi terakhir dilakukan sekitar 18 tahun lalu.
Akibat kejadian tersebut, aktivitas belajar mengajar untuk sementara harus disesuaikan sambil menunggu proses perbaikan dilakukan.



















