Deni menjelaskan, kedua formasi tersebut menjadi kebutuhan utama karena hampir seluruh sekolah dasar memerlukan tenaga pengajar khusus untuk mata pelajaran olahraga maupun pendidikan agama. Kekurangan guru membuat sekolah harus melakukan penyesuaian dalam pelaksanaan pembelajaran.
Baca juga:Ratusan Perusahaan di Tulungagung Tunggak Iuran Jaminan Sosial Pekerja
Akibat keterbatasan tenaga pendidik, sejumlah sekolah terpaksa memaksimalkan guru yang tersedia untuk mengisi kekosongan. Kondisi itu kerap menimbulkan pertanyaan dari wali murid yang menilai layanan pendidikan belum berjalan secara lengkap.
“Wali murid itu terkadang bertanya kok tidak ada guru olahraganya, jadi terkesan belum lengkap, khususnya di SD,” jelasnya.
Disdik Tulungagung saat ini masih menunggu arahan lebih lanjut terkait langkah pemenuhan kebutuhan guru tersebut. Selain mempertimbangkan kebutuhan tenaga pendidik, pemerintah juga harus memperhatikan aspek kesejahteraan guru agar kebijakan yang diambil dapat berjalan seimbang.
“Kami masih terus meminta arahan dari pimpinan, mengingat masalah kesejahteraan guru juga harus diselesaikan,” pungkasnya.



















