Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Dian Fachroni, mengatakan pendekatan pembangunan berkelanjutan harus melibatkan partisipasi publik secara lebih luas.
Baca juga:Seperempat Abad Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ajak Warga Jaga Semangat Para Pendiri Kota
Menurutnya, edukasi lingkungan tidak cukup dilakukan melalui sosialisasi formal, tetapi juga dapat disampaikan melalui seni, budaya, film, hingga ruang diskusi yang dekat dengan masyarakat.
“Kami ingin Greenation menjadi gerakan bersama. Lingkungan bukan hanya urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh warga Kota Batu. Melalui pendekatan kreatif seperti ini kami berharap kesadaran masyarakat semakin tumbuh,” katanya.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Batu membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan gagasan, kritik, maupun inovasi dalam upaya menjaga kualitas lingkungan hidup.
Diskusi tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu bersama berbagai komunitas, akademisi, pegiat seni, pelajar, hingga organisasi lingkungan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026.
Tema “Garis Hijau” dipilih sebagai simbol komitmen bersama untuk membangun kesadaran ekologis yang berkelanjutan.
Selain diskusi, Greenation 2026 juga menghadirkan pameran seni lingkungan “Hulu-Hilir”, instalasi edukatif, fotografi lingkungan, karya inovasi pelajar, aksi bersih lingkungan, hingga berbagai kegiatan edukasi yang mengajak masyarakat lebih dekat dengan isu-isu pelestarian alam.
Festival ini dirancang sebagai ruang kolaborasi yang menghubungkan edukasi, kreativitas, dan aksi nyata demi mewujudkan Kota Batu yang lebih lestari.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Greenation 2026 tidak sekadar menjadi perayaan Hari Lingkungan Hidup, melainkan momentum untuk menegaskan bahwa masa depan Kota Batu bergantung pada kepedulian seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.
Sebab, setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menentukan kualitas lingkungan yang diwariskan kepada generasi mendatang.



















