Operasional PLTA difokuskan pada waktu beban puncak, yakni mulai pukul 19.00 WIB hingga 24.00 WIB. Dalam periode tersebut, pembangkit mampu menghasilkan daya listrik sebesar 5,7 megawatt (MW) dari kapasitas maksimal 6,3 MW.
Baca juga:Empat SMP Negeri di Tulungagung Buka SPMB Gelombang II karena Kekurangan Pendaftar
“Kalau sebelumnya saat tingkat elevasi permukaan air tertinggi yakni 180 mdpl atau bahkan lebih, kita bisa mengoperasikan PLTA selama 24 jam,” ujarnya.
Nina menjelaskan kondisi tersebut masih sesuai dengan pola operasi yang telah ditetapkan dalam rencana alokasi air tahunan. Sebagai bendungan tipe tahunan, Bendungan Wonorejo dirancang untuk menampung air saat musim hujan dan memanfaatkannya selama musim kemarau.
Perum Jasa Tirta I juga telah memproyeksikan penurunan elevasi air bendungan hingga batas minimal 141 mdpl sesuai perencanaan yang disusun sejak awal 2026. Jika elevasi mendekati batas tersebut, operasional PLTA akan kembali disesuaikan berdasarkan manual operasi yang berlaku.
“Dengan catatan itu kondisi tanpa adanya inflow dari sungai yang memasok ke bendungan dan hanya berlaku saat musim kemarau. Jika hujan kembali terjadi, tentu kami akan melakukan pengisian bendungan,” pungkasnya.



















