Namun, potensi besar ini membayangi risiko yang tak kalah besar jika OPT tidak segera ditangani. Pak Yes mengingatkan, mempertahankan capaian tersebut menuntut kewaspadaan tinggi seluruh elemen pertanian.
Luas areal waspada serangan WBC di Lamongan telah mencapai 2.186.88 hektare di 19 Kecamatan. Kepadatan populasi wereng terpantau berkisar antara 10 hingga 20 ekor per rumpun.
Jika dibiarkan, hama ini berpotensi berkembang biak hingga 3 generasi dalam satu musim tanam, yang memicu kerusakan fatal pada tanaman hingga gagal panen total.
Adapun 19 kecamatan yang masuk dalam peta waspada dan menjadi sasaran gerdal serentak ini meliputi, Sugio, Karangbinangun, Glagah, Sukodadi, dan Kecamatan Laren.
Selain itu, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Tikung, Kembangbahu, Sarirejo, Kedungpring, Sekaran, Pucuk, Babat , Modo, Maduran, Turi, Kalitengah dan Deket
Gerakan ini juga mendapat kawalan langsung dari pemerintah pusat. Hadir dalam acara tersebut, Tenaga Ahli Wakil Menteri Pertanian RI, Mujiburrahman.
Baca Juga :Libur Sekolah Dongkrak Wisata Telaga Ngebel Ponorogo, Kunjungan Naik 46 Persen
Ia menyampaikan komitmen Kementan untuk terus mengintervensi dan mendukung sektor pertanian di daerah lewat bantuan sarana prasarana (sarpras) modern, salah satunya seperti teknologi drone yang digunakan hari ini.
Mujiburrahman berharap fasilitasi teknologi ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani dan dinas terkait guna menyukseskan program swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.



















