Dalam pemaparannya disebutkan bahwa 66 persen pasien mengalami perbaikan selama menjalani program rehabilitasi jantung.
Hal tersebut menunjukkan pentingnya kesinambungan pelayanan mulai dari penanganan fase akut hingga proses pemulihan pasien.
Manfaat rehabilitasi jantung juga diperkuat melalui testimoni salah satu pasien dengan riwayat serangan jantung sejak tahun 2013 dan kembali mengalami serangan jantung pada tahun 2021.
Pasien tersebut telah menjalani pemasangan ring dan operasi bypass jantung. Pada awal mengikuti rehabilitasi jantung, pasien mengaku mengalami proses latihan yang cukup berat.
Namun, dengan program yang dilakukan sesuai arahan dokter dan modifikasi latihan berdasarkan kondisi klinis, proses rehabilitasi dapat terus dijalankan.
Selain rehabilitasi, dr. Ikhwan juga menyoroti pentingnya kardiologi olahraga. Layanan ini dapat mencakup skrining kondisi jantung melalui treadmill test maupun Cardiopulmonary Exercise Testing (CPET) untuk mendeteksi kondisi kardiovaskular dan menilai kemampuan tubuh saat melakukan aktivitas fisik.
Pemeriksaan tersebut juga dapat digunakan untuk memahami adaptasi jantung pada atlet.
Upaya deteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskular dapat dimulai dari pemeriksaan tekanan darah serta medical check-up yang berfokus pada risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Layanan tersebut dapat diperkuat melalui konsultasi kesehatan, layanan berhenti merokok, serta pemeriksaan penunjang seperti echocardiography dan MSCT koroner untuk memberikan gambaran kondisi jantung dan pembuluh darah koroner.
Keberadaan layanan rehabilitasi jantung di RSUD Karsa Husada Batu diharapkan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat Kota Batu dan sekitarnya yang membutuhkan pelayanan pemulihan setelah mengalami penyakit atau tindakan pada jantung.
Penguatan layanan jantung diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pencegahan, pemulihan, dan peningkatan kualitas hidup pasien.



















