“Karena elpiji 3 kilogram untuk kalangan warga miskin. Perusahaan besar, ya non subsidi,” katanya lagi.
Hasil sidak di sejumlah tempat usaha di Kota Blitar beberapa waktu lalu, menemukan adanya pelaku usaha yang tak menggunakan elpiji subsidi.
Padahal, dari skala status usahanya harusnya menggunakan elpiji non subsidi. Itu ditemukan usaha di laundry atau jasa cuci baju dan setrika.
Baca Juga :Geger di MA Ma’arif Puter Lamongan, Pria Misterius Tinggalkan Motor dan Kabur Saat Ditegur Guru
Hasilnya, tim gabungan pun langsung meminta untuk mengganti elpiji dengan nonsubsidi.
Sementara ini, masih dilakukan preventif dan sosialisasi. Tetapi ketika tetap ngeyel dan mengulangi, tak segan menindak.



















