Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono menegaskan bahwa pihaknya menerima semua aspirasi yang disampaikan oleh wartawan dan jurnalis Nganjuk dan akan mengawal aspirasi tersebut agar bisa masuk ke istana.
“Kami dari DPRD Kabupaten Nganjuk akan menindaklanjuti dan meneruskan apa yang menjadi aspirasi dari teman-teman media. Kami mengucapkan terima kasih atas usulan yang telah disampaikan secara prosedural,” kata Tatit.
Baca Juga :Pucuk Pimpinan Polres Kediri Berganti dari AKBP Bramastyo Aji ke AKBP Dr. Mohamad Wahyudin
Selain berorasi menyampaikan tuntutan, aksi damai yang digelar hari ini juga diwarnai dengan aksi penanggalan ID Card Pers masing-masing wartawan dan tabur bunga didepan kantor DPRD Kabupaten Nganjuk.
Koordinator Lapangan, Mahbub Jamal menyebut, aksi penanggalan ID Card Pers dan tabur bunga itu merupakan bentuk kekecewaan para insan pers terhadap upaya pengebirian demokrasi.
“Ini adalah bentuk kekecewaan kami terhadap upaya pengebirian demokrasi, lewat disematkannya label negatif Londo Ireng kepada wartawan dan jurnalis,” kata dia.
Aksi damai berjalan dengan kondusif, dan massa aksi membubarkan diri dengan tertib seusai pelaksanaan aksi damai.
Dengan adanya aksi damai ini, para wartawan dan jurnalis Nganjuk berharap tidak ada diskriminasi ataupun sterotip yang disematkan dalam profesi wartawan.



















