Namun demikian, Dinkes menegaskan dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab keracunan hingga hasil uji laboratorium diterima.
“Untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan MBG, kami masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel yang dikirim ke BBLKM Surabaya,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan di SPPG Pakisrejo, petugas juga menemukan sejumlah paket berisi minuman Hydro Coco dan obat diare. Berdasarkan keterangan pengelola, paket tersebut disiapkan sebagai penanganan awal bagi penerima manfaat yang mengalami diare.
Dinkes menyayangkan langkah tersebut karena pemberian obat seharusnya menjadi kewenangan tenaga kesehatan. Apalagi, fasilitas pelayanan kesehatan di Tulungagung dinilai sudah mudah diakses masyarakat.
Baca juga:Satpol PP Tulungagung Tertibkan 28 Reklame Kedaluwarsa dan Dipaku di Pohon
“Meskipun minuman dan obat diare dijual bebas, tetapi karena ini menyangkut makanan yang dikonsumsi banyak orang, sebaiknya setiap kejadian tetap dikoordinasikan dengan tenaga kesehatan,” pungkas Aris.



















