Menurutnya, buah cabai yang terserang virus kuning akan mengalami perubahan warna, muncul bercak hitam, kemudian membusuk. Kondisi tersebut membuat kualitas cabai menurun sehingga harga jual ikut terdampak.
Menghadapi kondisi cuaca panas dan kemarau panjang, Edi mengaku meningkatkan pengawasan terhadap tanaman cabainya. Perawatan dilakukan sejak masa tanam, pemupukan, pemeliharaan, penyemprotan hama hingga menjelang panen.
Langkah tersebut dilakukan agar tanaman tetap sehat dan produktivitas cabai tetap terjaga.
Baca juga:POSSI Kabupaten Kediri Perkuat Regenerasi Atlet Selam, Bidik Pelajar Berpotensi
“Kami mengajak petani cabai untuk lebih waspada terhadap virus kuning yang cepat menyebar. Perawatan harus dilakukan secara maksimal agar tanaman tetap produktif,” pungkasnya.



















