Dubes Australia Rod Brazier Ziarah ke Makam Gus Dur di Tebuireng, Terpukau Toleransi Jombang

Duta Besar Australia untuk Indonesia, H.E. Rod Brazier, melakukan kunjungan kerja dan bertemu para alim ulama di Jombang, Selasa (18/8/2026).
Duta Besar Australia untuk Indonesia, H.E. Rod Brazier, melakukan kunjungan kerja dan bertemu para alim ulama di Jombang, Selasa (18/8/2026). (foto: taufiqur rachman)

JOMBANG, SEJAHTERA.CODuta Besar Australia untuk Indonesia, H.E. Rod Brazier, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jombang, Selasa (18/8/2026). Dalam lawatan tersebut, diplomat senior itu menyempatkan diri berziarah ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng.

Baca juga:Jelang Muktamar NU ke-35, Enam Ruko di Tambakrejo Jombang Dibongkar, Pedagang Dapat Kompensasi Rp5-8 Juta

Kunjungan tersebut menjadi momen penting bagi hubungan Australia dan Jombang. Selain berziarah, Rod Brazier juga bertemu dengan sejumlah ulama dan pimpinan pesantren untuk mempererat hubungan serta membuka peluang kerja sama antara Australia dan Indonesia, khususnya Jawa Timur dan Jombang.

Read More

Rod Brazier mengaku memiliki kekaguman terhadap sosok Gus Dur sejak lama. Bahkan, ia telah mengenal nama Gus Dur ketika masih menjadi mahasiswa di Australia.

“Suatu kehormatan besar untuk saya bisa berkunjung ke Jombang, khususnya Tebuireng tadi pagi. Sejak saya umur 20-an tahun sebagai mahasiswa di Australia, saya dengar nama Gus Dur itu. Dan saya dapat bertemu dengan beliau pada tahun 1992 kalau tidak salah,” ujar Rod Brazier.

Kini, 34 tahun setelah pertemuan tersebut, ia kembali berhadapan dengan jejak perjuangan Gus Dur, kali ini melalui ziarah ke makam sang tokoh bangsa bersama putri Gus Dur, Yenny Wahid.

“Sekarang, 34 tahun kemudian, saya sempat berziarah ke kuburan beliau di Jombang bersama Ibu Yenny,” imbuhnya.

Usai berziarah, agenda dilanjutkan dengan pertemuan dan santap siang bersama para ulama serta pimpinan pesantren se-Kabupaten Jombang. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi mengenai sejarah pesantren, perjalanan Nahdlatul Ulama, serta nilai-nilai Islam moderat yang berkembang di Jombang.

Rod Brazier mengaku mendapatkan banyak cerita menarik mengenai sejarah pesantren dan NU selama pertemuan tersebut.

“Siang ini, saya juga dapat kesempatan untuk bertemu dengan para ulama di Jombang dan makan bersama. Dan saya mendengar banyak cerita yang menarik mengenai sejarah pesantren-pesantren dan NU di Jombang,” tuturnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *