Usai meninjau langsung rumah kelahiran Presiden Pertama RI di Ploso tersebut, Aldian menilai nilai historis tempat kelahiran Bung Karno pada 6 Juni 1902 itu terlalu berharga jika tidak dipelihara dengan regulasi resmi daerah.
Dukungan serupa diutarakan oleh tokoh pemuda asal Kesamben, Jombang, Enggar Juang Syah Putra. Menurutnya, keberadaan rumah kelahiran pendiri bangsa tersebut merupakan aset sejarah luar biasa bagi Kabupaten Jombang.
Enggar menilai, Pemkab Jombang semestinya tanggap menangkap potensi sejarah ini sebagai identitas kebanggaan daerah sekaligus sarana pemberdayaan ekonomi berbasis wisata sejarah bagi masyarakat sekitar.
Baca juga:Seminggu Hilang di Hutan Ngusikan Jombang, Nenek 96 Tahun Ditemukan Selamat oleh Pencari Burung
“Ini terkait jejak kelahiran pendiri bangsa yang menjadi aset besar daerah. Sebagai bentuk keseriusan, kami juga berencana menggalang petisi dukungan secara terbuka agar Pemkab Jombang segera menetapkan situs kelahiran Bung Karno ini sebagai cagar budaya,” tegas Enggar.



















