Air Irigasi Dam Baduk Tidak Sampai Lahan, Petani Dusun Codot Khawatir Gagal Panen

Air Irigasi Dam Baduk Tidak Sampai Lahan, Petani Dusun Codot Khawatir Gagal Panen
Kondisi tanah sawah di Dusun Codot yang kekurangan air irigasi. (foto : Muji Hartono)

“Tadi kami konfirmasikan ke dinas pertanian, dan solusinya adalah program IrPom atau irigasi perpompaan yang sebentar lagi terealisasi. Tinggal nunggu aliran listrik,” ujar Rusdi.

Baca Juga :Mencekam! Tiga Pemuda di Diwek Jombang Dibacok OTK Bersejata Celurit, Polisi Buru Pelaku

Selain itu, pihaknya juga minta agar suplisi tambahan untuk memenuhi kebutuhan petani di musim kemarau ini. “Kami usulkan suplisi air ke Dam Baduk ditambah,” katanya.

Read More

Rusdi mengatakan, karena musim kemarau, debit air di Sungai Brantas menurun, sehingga debit air yang menuju aliran Sungai Kedungsuko juga menurun.

Apalagi banyak kebocoran atau sudetan tak berizin dari Dam Combre menuju Dam Baduk, banyak kebocoran, sehingga debit air menuju Dam Baduk berkurang.

“Ini sangat mempengaruhi irigasi yang menggantungkan Dam Baduk. Karena debit air berkurang jadinya tidak bisa sampai pada saluran sekunder yang ada di Codot,” urainya.

Baca Juga :Pemuda Jombang Desak Bupati Tetapkan Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso Sebagai Cagar Budaya

“Setiap dua minggu sekali atau setiap hari Rabu ada jatah 30 jam air irigasi dari Dam Baduk untuk petani di Codot untuk MT 3 palawija, karena banyak sawah ditanami padi, ya kami harus cari solusi lagi,” beber Rusdi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *