Menanggapi insiden yang viral dan meresahkan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang bersama Puskesmas Pulolor turun langsung ke sekolah pada Kamis (1/10/2026) untuk menggelar sosialisasi kesehatan lingkungan sekaligus melakukan sampling pemeriksaan medis terhadap para siswa.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jombang, dr. Fitrijah, menjelaskan bahwa pemeriksaan lapangan bertujuan memverifikasi ada atau tidaknya gejala sisa pada siswa yang terdampak bau limbah.
“Kami datang untuk memberikan penyuluhan kesehatan lingkungan sekolah dan pangan sehat, sekaligus melakukan sampling pemeriksaan medis guna memastikan kondisi kesehatan para siswa,” ujar dr. Fitrijah.
Sementara itu, tim medis Dinkes Jombang, dr. Wiwit, menambahkan bahwa paparan aroma busuk secara terus-menerus berpotensi menurunkan tingkat konsentrasi belajar serta mengganggu kenyamanan psikologis siswa di dalam kelas, terutama bagi ruang kelas yang posisinya paling dekat dengan sumber limbah.
Baca juga:Mencekam! Tiga Pemuda di Diwek Jombang Dibacok OTK Bersejata Celurit, Polisi Buru Pelaku
Sebagai tindakan darurat, manajemen perusahaan mengerahkan armada truk sedot limbah untuk menguras saluran penampungan dan menyemprotkan cairan penetral bau. Kendati demikian, hingga saat ini pemilik usaha belum memberikan keterangan resmi secara terbuka terkait sanksi dan penanganan jangka panjang atas pencemaran lingkungan tersebut.



















