“Hal ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada warga yang terdampak musim kemarau dan kekurangan air bersih. Pengiriman ini didasari kondisi sumur warga serta debit sumber mata air di Desa Puncu dan Margomulyo yang mengalami penyusutan drastis,” ujar Kamid, Senin (19/10/2026).
Kamid berpesan agar bantuan air bersih yang diterima warga dapat dimanfaatkan secara bijak dan diprioritaskan sepenuhnya untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga, seperti mandi, mencuci, dan memasak, serta tidak digunakan untuk keperluan lain seperti mengairi lahan pertanian. Kebutuhan dasar keluarga harus menjadi prioritas utama di tengah keterbatasan pasokan.
Baca juga:Kediri Zero Kasus Super Flu, Wabup Mbak Dewi Imbau Warga Tetap Terapkan PHBS dan Pakai Masker
“Kami menyadari saat musim kemarau ada beberapa wilayah yang mengalami krisis air bersih. Dari kepedulian ini, kami ingin berbagi air bersih agar masyarakat tidak sampai kesulitan air di tengah cuaca panas ekstrem,” pungkasnya.



















