Batu, SEJAHTERA.CO – Pola hidup sehat harus diterapkan para remaja di Kota Batu. Dengan pola hidup sehat, maka kualitas hidup akan meningkat.
Untuk menggugah remaja menerapkan pola hidup sehat, Pemkot Batu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meluncurkan sebuah inovasi baru.
Inovasi itu bernama ‘Aksi Bergiziku’. Di dalam inovasi tersebut, menggabungkan dua program, yakni aksi bergizi untuk rutin minum tablet FE atau suplemen tambah darah, guna mencegah anemia serta kampanye isi piringku.
Kepala Dinkes Kota Batu, drg Kartika Trisulandari menyatakan, melalui kampanye isi piringku, para remaja diajak untuk kembali makan, makanan yang punya gizi seimbang. Program isi piringku, menggantikan konsep makanan empat sehat lima sempurna, yang selama ini sudah diketahui di kalangan masyarakat.
“Sehat itu investasi. Ketika dari remaja sudah mengkonsumsi makan yang baik dan punya gizi seimbang. Maka kedepannya akan menjadi generasi yang unggul. Terutama bagi remaja putri,” tutur Kartika usai launching Aksi Bergiziku, Senin, (23/10).
Dia melanjutkan, dalam memenuhi kebutuhan energi untuk melakukan aktivitas fisik sehari-hari. Remaja putri yang nantinya akan menjadi calon ibu di masa depan. Diupayakan dapat melahirkan generasi emas bebas stunting.
Agar tujuan itu bisa terealisasi, perlu persiapan serta aksi sedini dan semaksimal mungkin. Sehingga dapat melahirkan generasi yang sehat dan berprestasi, dengan memperhatikan asupan gizi sekarang dan nanti.
“Untuk mencapai hal tersebut, kami akan terus kampanyekan program ini. Untuk membuat suatu kebiasaan baru, tidak bisa dilakukan dari satu event saja. Kedepannya kami juga akan buat selebaran ke sekolah. Mewajibkan anak didik membawa bekal, minimal satu kali di setiap minggunya,” tutur dia.
Lewat kampanye yang masif itu, dia berharap dapat memunculkan sebuah kebudayaan baru. Dari kebudayaan baru itu, nantinya bisa menjadi sebuah kebiasaan menerapkan pola hidup sehat.
Lebih lanjut, Kartika juga memaparkan, untuk prosentase remaja penderita anemia di Kota Batu, jumlahnya tidak terlalu tinggi. Dari sekitar 12 ribu remaja di Kota Batu, hanya sekitar 30-40 persen remaja terkena anemia.



















