Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Hasil panen tembakau di Kabupaten Tulungagung beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan produksi dan dihargai cukup tinggi di pasaran.
Baca Juga :Kampanye Akbar Paslon DADI Dihadiri Cagub Tri Rismaharani
Ini terjadi lantaran minimnya curah hujan yang terjadi di Kabupaten Tulungagung.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Tulungagung, Suyanto mengatakan, pada musim tanam tahun 2024 ini, luas lahan tanaman tembakau mencapai 1.251 hektare.
Melalui ribuan hektare lahan tanaman tembakau itu, diketahui jika hasil produksi tembakaunya mencapai 2.022,8 ton.
Terkait harganya, tembakau daun basah dengan kualitas paling rendah dihargai Rp 4,5 ribu per kilogram, sedangkan untuk kualitas paling bagus dihargai Rp 10 ribu per kilogram.
Baca Juga :Operasi Zebra Semeru 2024, Intensifkan Patroli Wilayah Nganjuk Rawan Laka
Adapun tembakau daun kering, harga terendahnya mencapai Rp 60 ribu, dan tertinggi Rp 120 ribu per kilogram.
“Petani tembakau di Tulungagung tahun ini untung banyak, karena harga tembakau terlampau mahal, ditambah dengan hasil panen yang terbilang melimpah,” kata Suyanto, Minggu (20/10/2024).
Tanaman tembakau, sebenarnya hanya ditanam pada lima kecamatan di Tulungagung, sedangkan sisanya mayoritas untuk Perluasan Area Tanam (PAT) tanaman padi.
Lima kecamatan itu di antaranya Kecamatan Gondang, Boyolangu, Campurdarat, Pakel dan Sumbergempol.



















