Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Delapan hari pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2024, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung menjaring ribuan pelanggar. Mayoritas pelanggar lalu lintas di Tulungagung merupakan kalangan pelajar.
Baca Juga :Pengamanan Aset, KAI Daop 7 Kerja Sama dengan Kejari
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Muhammad Taufik Nabila mengaku, mengedepankan upaya preemtif, preventif maupun represif demi terciptanya ketertiban dalam berlalu lintas di Tulungagung. Operasi ini dilakukan sampai dengan Minggu (27/10/2024) mendatang.
Apabila ditemukan pelanggaran lalu lintas, pihaknya akan melakukan berbagai upaya penindakan terhadap pelanggar, di antaranya menggunakan ETLE statis maupun ETLE mobile. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penindakan manual dengan menggunakan sistem hunting jika didapati pelanggar.
Baca Juga :Tersangka Penikaman Calon Suami Terancam Penjara Seumur Hidup, Ini Penjelasan Kapolres Nganjuk
“Penindakan manual dengan sistem hunting ini berarti petugas akan melakukan penindakan dengan mengejar pelanggar lalu lintas yang mencoba untuk melarikan diri,” kata AKP Muhammad Taufik Nabila, Selasa (22/10/2024).
Selama delapan hari pelaksanaan Operasi Zebra Semeru, Taufik mencatat sebanyak 6.960 pelanggar lalu lintas diberi sanksi teguran hingga sanksi tilang.
Baca Juga :Jelang Debat Publik Pilbup Kediri 2024, KPU Siapkan Lima Tema dan Aturan Pendukung



















