Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sejumlah pemilih pada pelaksanaan Pilkada 2024 di Kabupaten Tulungagung memilih hijrah atau pindah memilih di luar wilayah.
Alasannya pun beragam, seperti karena urusan pekerjaan hingga karena sedang menempuh pendidikan di wilayah lain.
Komisioner KPU Tulungagung, Divisi Teknis Penyelenggaraan, Jantur Noga Iswantoro mengatakan, pihaknya mencatat setidaknya ada sebanyak 75 pemilih dari Kabupaten Tulungagung yang memutuskan pidah memilih. Pindah memilih sendiri yakni warga yang memutuskan memilih di luar domisilinya.
Puluhan warga Kabupaten Tulungagung yang ingin melakukan pindah memilih ini tentunya harus melapor ke KPU Tulungagung terlebih dahulu untuk dibuatkan formulir surat pindah memilih.
Baca Juga :Satu Bulan Jelang Pencoblosan, Dispendukcapil Ponorogo Kejar Target Perekaman e – KTP untuk Pemula.
Nantinya melalui surat itu, warga tersebut bisa melakukan pemilihan di tempat pemungutan suara (TPS) di sekitar tempat tujuan.
“Total ada sebanyak 75 pemilih yang sebenarnya sudah terdaftar sebagai daftar pemilih tetap (DPT) dan mengajukan pindah memilih ke tempat lain,” kata Jantur Noga Iswantoro, Jum’at (25/10/2024).
Puluhan warga Kabupaten Tulungagung yang mengurus pindah memilih itu, ungkap Jantur, mereka semua tersebar dari 18 kecamatan yang ada di Tulungagung.
Baca Juga :Cara Unik Satlantas Polres Batu Sosialisasi Operasi Zebra Semeru 2024 pada Pelajar SD
Dirinya merinci, dari 75 pemilih keluar itu, sebanyak 37 pemilih keluar merupakan laki-laki dan sebanyak 38 pemilih keluar merupakan perempuan.
Menurut Jantur, alasan mereka memutuskan untuk pindah memilih itu tentunya beragam, diantaranya seperti pindah tempat tinggal dari yang semula di Tulungagung ke kota/kabupaten lain.
Atau justru karena alasan pekerjaan seperti pindah tempat kerja, bahkan hingga karena alasan pendidikan di luar domisili.
Baca Juga :Sejumlah Infrastruktur Rusak Terdampak Bencana, ini Langkah Pemkab Trenggalek
“Alasannya beragam, jadi ada yang karena memang pindah domisili, atau karena keperluan pekerjaan atau bahkan karena sedang menempuh pendidikan di luar domisili dan tidak bisa pulang saat pelaksanaan Pilkada,” ungkapnya.
Meski banyak warga Tulungagung yang pindah memilih ke luar domisili, Jantur menyebut jika sebenarnya terdapat pemilih luar daerah yang masuk ke Kabupaten Tulungagung.
Tercatat sedikitnya ada sebanyak 67 pemilih yang masuk dan ingin mengikuti pelaksanaan Pilkada di sejumlah TPS yang ada di Tulungagung.
Baca Juga :Kapolres Cek Logistik Pilkada 2024 di Gudang KPU Jombang
Menurut Jantur, 67 pemilih masuk ini rinciannya sebanyak 35 pemilih masuk merupakan laki-laki dan sebanyak 32 pemilih pindah masuk merupakan perempuan. Dengan adanya pemilih pindah masuk ini, berarti DPT pada Pilkada di Tulungagung menjadi berkurang.
“Tentunya mempengaruhi DPT, karena jumlah pindah keluarnya lebih banyak dari pada pindah masuk. Ada pengurangan sebanyak 8 orang,” pungkasnya.



















