Kediri, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 24 kabupaten/kota di antara 38 kota/kabupaten di Provinsi Jatim yang wilayah pedesaan, terdampak kekurangan air bersih dan rawan kekeringan.
Baca Juga :Tahap Kedua, Fokus Bangun Pagar Lapas Kelas IIB Blitar dan Kantor Utama
Terkait hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur melakukan pemetaan dan memantau wilayah tersebut agar tidak kekurangan air bersih.
Begi Agus Mulyono Tenaga Ahli BPBD Provinsi Jatim mengatakan secara umum penyebab wilayah kekeringan dan kekurangan air bersih karena debit air sumur warga menurun dan sumber mata air kering atau dangkal, sehingga sulit difungsikan oleh warga. Saat kondisi seperti itu, BPBD Provinsi Jatim langsung pantau lapangan.
Baca Juga :Tiga Tahun Jalan Desa Sepawon Rusak Parah, Belum Ada Perbaikan



















