Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Ibu rumah tangga inisial KA (41) warga Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru sempat dilaporkan hilang, hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di aliran sungai brantas.
Baca Juga :Cuaca Ekstrem Berpotensi Muncul Hingga Akhir Pekan, Ini Kata Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek
Diduga, KA nekat mengakhiri hidupnya lantaran mengalami depresi akibat penyakitnya yang tidak kunjung sembuh.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto mengatakan, kasus ini bermula pada Sabtu (16/11/2024) sekitar pukul 11.30 WIB, saat itu KA pergi dari rumah tanpa berpamitan.
Diketahui, saat itu KA memesan layanan ojek online untuk mengantarkan KA menuju jembatan Ngujang 1.
Baca Juga :Petani Ditemukan Tewas di Lahan Cabai, Diduga Ini Penyebabnya
Saat KA berangkat dengan driver ojek online tersebut, suami KA yang mendapati KA pergi tanpa berpamitan lantas membuntuti KA Pasalnya, suami KA curiga jika istrinya hendak melakukan bunuh diri lantaran sempat berniat untuk mengakhiri hidupnya akibat penyakitnya.
“Pihak keluarga KA sudah mengetahui jika KA berkali-kali berniat ingin mengakhiri hidupnya karena menderita penyakit kanker serviks stadium akhir dan selama 3,5 tahun. Berbagai upaya pengobatan sudah ditempuh, tapi belum berhasil,” kata Ipda Nanang Murdiyanto, Selasa (19/11/2024).
Setibanya di jembatan Ngujang 1, suami KA lantas segera menghampiri istrinya dan mengajaknya untuk pulang meski dengan paksaan. Namun setibanya di rumah, KA rupanya terus berusaha untuk kabur dari rumah dan melakukan upaya bunuh diri tanpa diketahui keluarganya.
Pada saat itu, sekitar pukul 12.00 WIB, KA mengirimi pesan singkat kepada saudaranya terkait petunjuk keberadaan motor dan ponselnya, lantaran dirinya hendak bunuh diri. Setelah mengirim pesan singkat tersebut, KA kemudian segera keluar dari rumah dengan mengendarai sepeda motor miliknya.
Baca Juga :Dugaan Pelanggaran Netralitas Kades Bakal Didalami, Ini Keterangan Bawaslu Kabupaten Tulungagung



















