Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo mencatat, selama dua bulan terakhir setidaknya sudah ada ada 60 peristiwa tanah longsor yang telah dilaporkan.
Baca Juga :Atlet Senam Kreasi Trenggalek Raih Medali Perak Porwaprov Jawa Timur ke-1
Puluhan peristiwa tanah longsor tersebut terjadi di sejumlah wilayah rawan bencana, meliputi Kecamatan Pulung, Ngebel, Ngrayun, Sooko dan sekitarnya. Bencana tanah longsor tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi.
“Periode Oktober 2024 sampai awal November 2024 ini ada 60 kejadian tanah longsor yang dilaporkan kepada BPBD, baik skala kecil, sedang dan besar,” ungkap Kalaksa BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun, Minggu (8/12/2024).
Masun menyebut dari 60 titik longsor di Bumi Reyog itu, dari catatan BPBD Kabupaten Ponorogo yang paling besar adalah tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo pada akhir November 2024.
Peristiwa tersebut menyebabkan akses jalan penghubung dua desa putus dan mengancam 11 keluarga yang 6 di antaranya berada di mahkota longsoran.
Baca Juga :Antisipasi Luapan Air, DPUPR Kabupaten Kediri Normalisasi 20 Sungai
“Ada dua yang kategorinya besar dan sedang, yang besar itu di Desa Banaran Kecamatan Pulung dan di Dusun Sekodok Kecamatan Ngebel,” jelas Masun.
Ia menambahkan jika tanah longsor yang terjadi di Desa Banaran sudah diprediksi oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menyebutkan bahwa Desa Banaran memang rawan longsor, namun tidak darurat.
Baca Juga :Sebelum Tiga Anggota Keluarga Guru Tewas, Terjadi Cekcok Antara Yusa dan Kristina
Dalam hasil survei yang dikeluarkan oleh PVMBG, arah longsoran yang terjadi sesuai dengan prediksi yakni mengarah ke sungai. Meski demikian, material longsor yang menutup sungai membuat aliran air terhambat.
“Kalau hujan deras otomatis nanti air meluap dan bisa menyebabkan banjir, tapi kami sudah terjunkan tim untuk melakukan normalisasi aliran sungai,” urainya.
Baca Juga :Apresiasi Gelaran Festival Pemuda, Pj Walikota Zanariah Harap Pemuda Terus Belajar dan Berinovasi
Pihaknya berharap kepada masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana untuk tetap waspada. Meski intensitas hujan mulai menurun namun potensi bencana bisa terjadi kapan pun.
“Ya tetap waspada, jika memang hujan deras kalau dirasa perlu mengungsi ya mengungsi saja dan segera melaporkan jika terjadi tanah longsor,” tandas Masun.



















