“Ada dua yang kategorinya besar dan sedang, yang besar itu di Desa Banaran Kecamatan Pulung dan di Dusun Sekodok Kecamatan Ngebel,” jelas Masun.
Ia menambahkan jika tanah longsor yang terjadi di Desa Banaran sudah diprediksi oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menyebutkan bahwa Desa Banaran memang rawan longsor, namun tidak darurat.
Baca Juga :Sebelum Tiga Anggota Keluarga Guru Tewas, Terjadi Cekcok Antara Yusa dan Kristina
Dalam hasil survei yang dikeluarkan oleh PVMBG, arah longsoran yang terjadi sesuai dengan prediksi yakni mengarah ke sungai. Meski demikian, material longsor yang menutup sungai membuat aliran air terhambat.
“Kalau hujan deras otomatis nanti air meluap dan bisa menyebabkan banjir, tapi kami sudah terjunkan tim untuk melakukan normalisasi aliran sungai,” urainya.
Baca Juga :Apresiasi Gelaran Festival Pemuda, Pj Walikota Zanariah Harap Pemuda Terus Belajar dan Berinovasi
Pihaknya berharap kepada masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana untuk tetap waspada. Meski intensitas hujan mulai menurun namun potensi bencana bisa terjadi kapan pun.
“Ya tetap waspada, jika memang hujan deras kalau dirasa perlu mengungsi ya mengungsi saja dan segera melaporkan jika terjadi tanah longsor,” tandas Masun.



















