Pasar Legi, Pasar Ikon Kota Blitar Semakin Sepi, Kalah dengan Online, ini Langkah untuk Meramaikannya

Pasar Legi, Pasar Ikon Kota Blitar Semakin Sepi, Kalah dengan Online, ini Langkah untuk Meramaikannya
Pasar Legi yang terletak di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. (aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Kondisi Pasar Legi Kota Blitar kian hari kian memprihatinkan. Para pedagang banyak yang mengeluh sepi pembeli karena kalah dengan keberadaan pasar online.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo. Sepinya pasar terbesar di Kota Blitar itu belakangan diketahui karena perkembangan zaman.

Baca Juga :Harga LPG 3 Kilogram Naik, Pedagang Kecil di Ponorogo Mulai Kelabakan

Read More

“Iya, diakui atau tidak memang ada pengaruhnya. Sekarang zamannya sudah serba canggih. Belanja bisa online. Dan ini dampaknya seperti di Pasar Legi. Kios banyak yang sepi,” kata Yohan, usai menggelar kunjungan ke Pasar Legi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Kamis (16/1/2025).

Yohan mengatakan, sebenarnya para pedagang sudah berusaha semaksimal mungkin agar dagangannya tetap laku. Di antaranya terus standby ke kios yang menjadi mata pencaharian selama ini.

Baca Juga :Stadion Batoro Katong Ponorogo Kembali Ditunjuk jadi Tuan Rumah Babak 32 Liga 4 Zona Jawa Timur

Tetapi itu tak lama. Beberapa tahun kemudian, pembeli tetap sepi. Bahkan puncaknya pada Covid-19 lalu. “Apalagi pasar ini juga pernah kebakaran. Kios yang sepi utamanya di lantai 2,” keluh Yohan.

Dia mengakui lagi, gempuran pasar online ikut serta menyumbang faktor sepinya pasar. Utamanya di lantai 2. Di lantai 2 ini tempat jualan kebutuhan non-makan. Mulai baju, tas, sandal hingga aksesori kebutuhan sehari-hari.

Sementara lantai 1 sebelah barat digunakan untuk jualan kebutuhan dapur alias bumbu-bumbu. “Sebenarnya Pemkot Blitar sudah berupaya meramaikan kondisi pasar. Tetapi sampai saat ini juga belum sepenuhnya mampu memuaskan pedagang,” katanya.

Baca Juga :Pos Pantau Damkar Resmi Dibuka di Desa Mlorah Rejoso, Prioritaskan Keselamatan dan Respons Cepat

Terobosan yang dilakukan Pemkot Blitar di antaranya menyediakan eskalator dua unit. Eskalator ini diharapkan mengundang pembeli untuk berbondong-bondong ke pasar.

Harapannya bisa ramai layaknya supermarket atau mal. Tetapi itu juga tak membuat ramai. “Belum lagi, pemkot menggelar acara di kompleks pasar. Ini juga dalam rangka meramaikan,” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *