Yohan pun meminta kepada para pedagang untuk bersama-sama bergandeng tangan. Seluruh pemilik kios harus kompak buka bareng.
Baca Juga :Perkuat Ketahanan Pangan di Momentum Hari Desa Nasional
Dengan begitu, pasar kembali ramai. Dengan harapan agar pembeli terangsang untuk datang. “Kalau banyak yang tutup juga, pasar tambah sepi,” katanya.
Soal keluhan pedagang yang mengaku tak punya modal untuk buka usaha, dewan pun mengusulkan ke Pemkot Blitar agar membuat terobosan dengan pinjaman lunak tanpa agunan.
“Pinjaman ke bank milik Pemkot Blitar itu plafonnya bisa sampai Rp 15 juta. Dengan harapan agar bisa menjadi modal usaha,“ urainya.
Baca Juga :Maksimalkan Keuntungan Budidaya Melon dengan Greenhouse ala Petani Mojongapit
“Pedagang yang kiosnya tutup itu, juga tak punya modal untuk usaha. Makanya harapannya pemkot bisa membuat inovasi dengan pinjaman ke pedagang,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Blitar, Hakim Sisworo berjanji untuk membuat inovasi agar pasar ramai Kembali. Di antaranya memberdayakan para influencer kawula muda untuk datang atau membuat konten guna mengundang datang pasar.
Selain itu juga berencana membuka pusat oleh-oleh khas Blitar. “Pemuda yang paham teknologi media sosial dan komunitas kami minta untuk mengajari pedagang pedagang berjualan secara online di media sosial,” ujarnya.
Baca Juga :Kiai Diduga Lecehkan Dua Santri Wati, Korban Masih Kelas 3 Sekolah Dasar
“Biar pedagang paham dengan teknologi saat ini. Tidak kalah dengan pasar online,” katanya.
Berdasarkan data, di lantai 2 Pasar Legi ada ratusan kios yang tutup tak digunakan berjualan. Beberapa waktu lalu, pemkot sempat menyegel kios karena berbulan-bulan tak ditempati.



















