Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Selama Ramadan dan Idulfitri kemarin, volume sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat di Tulungagung utamanya kawasan perkotaan naik sampai 10 persen. Hal ini membuat petugas pengangkut sampah terpaksa lembur sampai menjelang pelaksanaan salat Id.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung, Yudha Yanuar Hadi mengatakan, peningkatan volume sampah itu mulai terjadi sejak awal bulan Ramadan. Hal ini disinyalir lantaran munculnya pedagang takjil baru, kegiatan buka bersama hingga bagi-bagi takjil.
Normalnya, volume sampah rumah tangga di Kabupaten Tulungagung terutama pada kawasan perkotaan hanya mencapai sekitar 90 ton sampai 100 ton per hari. Sedangkan selama Ramadan dan Idulfitri kemarin, terjadi peningkatan volume sampah yang mencapai 5-10 persen hanya dalam satu hari.
Baca Juga :Salahi Aturan, Satpol PP Kabupaten Ponorogo Angkut Gerobak dan Tenda PKL
“Anggaplah sehari ada 100 ton sampah di Tulungagung yang kita angkut, selama Ramadan dan Idulfitri kemarin mencapai 105 ton sampai dengan 110 ton per hari,” kata Yudha Yanuar Hadi, Selasa (15/4/2025).
Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang mengalami peningkatan volume sampah terbanyak diketahui berada pada kawasan perkotaan. Seperti TPS di Kelurahan Kepatihan, Kelurahan Kampungdalem, Kelurahan Kutoanyar, Kelurahan Kedungwaru, maupun TPS di Kauman.



















