Pihaknya mengakui jika petugas pengangkut sampah sempat kewalahan untuk mengangkut seluruh sampah di Tulungagung. Bahkan tidak jarang petugas pengangkut sampah tersebut harus lembur dengan melayani pengangkutan sampah sampai dengan pukul 22.00 WIB.
“Puncaknya pada H-7 lebaran sampai dengan malam takbiran, itu sampah yang harus diangkut cukup banyak, apalagi kami harus memastikan kawasan perkotaan bersih dari sampah agar salat id yang digelar di sepanjang jalan Ahmad Yani Timur berjalan lancar,” ungkapnya.
Baca Juga :Resnarkoba Polres Jombang Tangkap Pengedar Sabu, Amankan Bukti Senilai Rp 350 Juta
Kendati cukup kewalahan, Yudha memastikan tidak ada kendala yang berarti selama melayani pengangkutan sampah rumah tangga tersebut. Bahkan, petugas pengangkut sampah selalu disiagakan selama lebaran, mereka tetap bertugas melayani pengangkutan sampah di Tulungagung.
Saat ini, volume sampah yang diangkut oleh petugas untuk dibawa ke TPS Segawe sudah mulai kembali normal. Meski begitu, tonase sampah di Tulungagung selalu mengalami peningkatan setiap tahun.
“Kalau dulu tahun 2023, volume sampah di Tulungagung sekitar 80 ton per hari, kini sudah sampai 90-100 ton per harinya. Kalau sampah dari tahun ke tahun memang cenderung meningkat,” pungkasnya.



















