Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Puluhan warga yang tergabung dalam Pemuda Peduli Ponorogo menggelar aksi damai di depan RSUD dr. Harjono Ponorogo. Dengan membawa poster bersisi tentang tuntutan mereka juga menggelar orasi.
Koordinator aksi, Wijaya mengatakan, ada tiga poin tuntutan yang disampaikan dalam aksi damai itu. Yakni meminta manajemen RSUD dr. Harjono Ponorogo meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kedua, kami juga meminta agar direktur RSUD dr. Harjono ini melakukan klarifikasi atas isu-isu yang beredar terkait dugaan pengadaan fasilitas kesehatan dan obat-obatan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan ketiga, kami meminta RSUD dr. Harjono ini dipimpin oleh seseorang yang berintegritas, profesional dan bermoral tinggi,” ungkap Wijaya saat diwawancarai wartawan.
Baca Juga :Kasus Korupsi Dana Bos, Masa Penahanan Kurang 3 Hari, Penyidik Bergerak Cepat
Usai didemo puluhan masyarakat, Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo, dr. Yunus Mahatma mengungkapkan, manajemen rumah sakit telah melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama pasien.
Terbukti rumah sakit plat merah itu kini telah dilengkapi cathlab, kateterisasi jantung, hingga memiliki UGD terbesar di Indonesia tingkat kabupaten.
“Tentang fasilitas, kami telah melengkapi fasilitasnya. Contohnya cathlab, kateterisasi jantung, hingga memiliki UGD terbesar di Indonesia tingkat kabupaten,” klaimnya.
Dampaknya bed okupansi rate (BOR) atau tingkat keterisian rumah sakit meningkat dari 30 persen di tahun 2021 menjadi 60 persen di tahun 2024. Tak hanya itu, pendapatan yang diperoleh pun naik signifikan dari Rp90 Miliar setahun menjadi sekitar Rp170 Miliar setahun.



















