Kediri, SEJAHTERA.CO – Industri perhotelan di wilayah Kediri tengah terpukul. Pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat berdampak langsung pada anjloknya tingkat hunian hotel, yang kini turun antara 30 hingga 40 persen.
Baca Juga :Operasi Patuh Semeru 2025 di Kabupaten Kediri Digelar 14 Hari, Ini Fokus Penindakannya
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kediri, Sri Rahayu Titik Nuryati, atau yang akrab disapa Bunda Yayuk, Kamis (10/7/2025).
“Penurunan okupansi sudah terlihat sejak awal 2025, dan bukan hanya terjadi di Kediri, tapi secara nasional. Biasanya kami terbantu oleh kegiatan rapat dan kunjungan dinas instansi pemerintah,” jelasnya.
PHRI Kediri berharap pemerintah daerah bisa memperbanyak pelaksanaan event berskala nasional maupun regional agar industri hotel kembali bergairah.



















