Mojokerto, SEJAHTERA.CO – Pemerintah Kabupaten Mojokerto memberikan pendampingan intensif terhadap balita asal Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu, yang mengalami gizi buruk disertai dugaan penyakit langka.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, bersama Ketua TP PKK Sofiya Hanak Albarraa, Baznas, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta jajaran Forkopimca Dlanggu dan pemerintah desa setempat, meninjau langsung kondisi Ahmad Novan Dwi Kristian (22 bulan), Sabtu (11/4/2026).
Bupati yang akrab disapa Gus Barra menjelaskan, kondisi awal balita tersebut sempat diduga sebagai stunting. Namun, setelah intervensi gizi dilakukan, berat badan belum menunjukkan peningkatan signifikan.
“Usianya hampir dua tahun, tetapi berat badannya masih sekitar 5 kilogram. Seharusnya bisa mencapai sekitar 10 kilogram. Setelah intervensi gizi belum ada perkembangan, sehingga diduga ada faktor penyakit lain,” ujarnya.
Berdasarkan pemeriksaan di RSUD dr. Soetomo, pasien didiagnosis mengalami alergi susu sapi berat, suspect lamelar ichthyosis, serta kondisi severely underweight dan severely stunted. Penanganan dilakukan oleh tim medis dari Poli Nutrisi dan Penyakit Metabolik.
Pasien diwajibkan mengonsumsi susu khusus alergi (Neocate), menjalani pola makan ketat dengan menu utama daging, serta menghindari makanan yang mengandung susu sapi, telur, dan kacang-kacangan. Selain itu, pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan mata dan kulit juga dijadwalkan.



















