Polsek Brondong Ungkap Peredaran Obat Keras Ilegal, Empat Pelaku Diamankan dengan 36 Ribu Butir Barang Bukti

Petugas saat melakukan penggerebekan ke lokasi tempat kos para pelaku.
Petugas saat melakukan penggerebekan ke lokasi tempat kos para pelaku di daerah Kandangsemangkon Kecamatan Paciran . (foto: istimewa)

Lamongan, SEJAHTERA.CO – Jajaran Polres Lamongan melalui Polsek Brondong berhasil membongkar jaringan peredaran obat keras tanpa izin edar yang melibatkan pelaku dari luar kota. Dalam operasi tersebut, petugas meringkus empat orang terduga pelaku di sebuah tempat kos di Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

Baca juga:Kementan Tinjau Embung Sumengo Lamongan, Antisipasi Dampak Perubahan Cuaca

Informasi yang dihimpun, keempat terduga pelaku yang diamankan berinisial WM (38), MIT (28), AB (44), dan IM (33). Mereka berasal dari luar Kabupaten Lamongan. Saat ini, keempatnya masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengetahui peran masing-masing.

Read More

Penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang resah, serta kecurigaan petugas terhadap gerak-gerik salah satu terduga pelaku pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Pelaku terpantau berada di sebuah kios di lingkungan Tegalsari, Kecamatan Brondong, dan diduga hendak mengedarkan obat-obatan terlarang.

Petugas Polsek Brondong kemudian bergerak cepat melakukan penangkapan. Saat dilakukan penggeledahan badan dan tas, ditemukan sejumlah obat keras siap edar.

Pengembangan kasus dilakukan hingga ke lokasi tempat kos para pelaku di Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran. Di lokasi tersebut, polisi kembali mengamankan tiga orang pelaku lainnya beserta barang bukti dalam jumlah besar.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan ribuan butir obat keras yang disimpan dalam botol dan plastik di dalam kardus besar. Barang bukti yang diamankan antara lain 13.755 butir pil dobel L, 11.680 butir Destro, 7.180 butir Tramadol, 2.150 butir Trihexyphenidyl (Trihek), dan 1.900 butir Heximer. Selain itu, turut diamankan empat unit ponsel milik pelaku serta uang tunai hasil transaksi sebesar Rp185.000.

Secara keseluruhan, petugas mengamankan sebanyak 36.665 butir obat keras berbahaya (okerbaya) yang diduga siap diedarkan ke masyarakat.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan pengungkapan kasus tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu (6/5/2026).

Baca juga:Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik di Lamongan Berlanjut, Polisi Fasilitasi Mediasi

“Benar, Satreskrim Polsek Brondong telah menangkap terduga pelaku pengedar obat keras berbahaya. Saat ini para pelaku beserta barang bukti telah dilimpahkan dan sedang menjalani proses penyelidikan serta penyidikan lebih lanjut di Satresnarkoba Polres Lamongan,” jelasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *