Batu, SEJAHTERA.CO – Penguatan pelayanan penyakit jantung yang efektif, efisien, dan berkesinambungan menjadi salah satu fokus pengembangan pelayanan kesehatan di RSUD Karsa Husada Batu.
Hal tersebut disampaikan oleh dr. Ikhwan Handi, Sp.JP(K), seorang dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah konsultan di RSUD Karsa Husada Batu.
Dokter Ikhwan menjelaskan bahwa penyakit jantung merupakan salah satu penyakit dengan beban pembiayaan kesehatan yang sangat tinggi.
Oleh karena itu, pelayanan jantung selain berfokus pada penanganan pasien ketika terjadi serangan jantung, juga perlu diperkuat melalui upaya rehabilitasi jantung yang terintegrasi.
“Pelayanan penyakit jantung harus dilaksanakan secara efektif dan efisien. Tidak hanya menangani penyakit ketika sudah terjadi, tetapi juga rehabilitasi jantung untuk membantu pasien kembali menjalani aktivitas fisik secara optimal seperti sebelum mengalami gangguan jantung,” jelas dr. Ikhwan, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga :Harga Cabai hingga Sayuran di Pasar Legi Ponorogo Turun, Pasokan Melimpah jadi Pemicu
Program rehabilitasi jantung sendiri dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi klinis pasien.
Pada fase pertama, rehabilitasi dimulai sejak pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, termasuk melalui latihan sederhana yang dapat dilakukan di tempat tidur.
Selanjutnya, rehabilitasi fase kedua dilaksanakan pada pasien rawat jalan dengan program latihan yang terukur dan berada dalam pengawasan tenaga kesehatan.
Salah satu bentuk latihan yang dapat dilakukan adalah treadmill dengan pemantauan aktivitas listrik jantung. Namun, jenis latihan tetap disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing pasien.
Pada pasien yang mengalami gangguan pada kaki, misalnya, latihan treadmill dapat dimodifikasi dengan latihan kekuatan tubuh atau body strength exercise sesuai rekomendasi dokter.
Setelah pasien mendapatkan penanganan fase akut pascaserangan jantung, rehabilitasi jantung menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pasien.
Baca Juga :Status Wakil Ketua KONI Kota Batu dalam Kasus Pengeroyokan Akan Diputus Usai Gelar Perkara
Program rehabilitasi dapat dilakukan secara terstruktur, termasuk pada pasien dengan penyakit penyerta seperti diabetes.



















