Lamongan, SEJAHTERA.CO – Pemkab Lamongan bergerak cepat mengantisipasi ancaman gagal panen akibat serangan hama Wereng Batang Coklat (WBC).
Langkah konkret ini dilakukan melalui Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) yang digelar secara serentak di 19 kecamatan, Rabu (8/7/2026).
Aksi massal ini berpusat di Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan dengan memanfaatkan teknologi modern berupa drone penyemprot bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI).
Selain untuk mengamankan produktivitas padi, langkah taktis ini diambil demi menjaga status defensif Kabupaten Lamongan sebagai lumbung pangan utama di Jawa Timur.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa keserentakan aksi menjadi kunci utama untuk memutus rantai penyebaran wereng secara efektif.
“Alhamdulillah, hari ini telah dilaksanakan gerakan pengendalian hama terpadu secara serentak di sembilan belas kecamatan di Lamongan. Karena yang sudah terpapar wereng batang coklat ada di sembilan belas kecamatan, maka pengendaliannya juga harus dilakukan secara bersama-sama,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Perlu diketahui Lamongan saat ini mengemban predikat krusial sebagai penopang ketahanan pangan nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Tahun 2025, Lamongan mengukuhkan posisinya sebagai produsen padi nomor satu di Jawa Timur dengan capaian produksi mencapai 904.928 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara dengan kisaran 950 ribu ton.
Prestasi tersebut disokong oleh modal lahan pertanian yang sangat masif, yakni mencapai total 103.483 hektare.
Dari jumlah tersebut, 95.745 hektare merupakan lahan baku sawah (terdiri dari 53.057 hektare sawah tadah hujan dan 42.688 hektare sawah irigasi), serta 7.773 hektare lahan bukan sawah.



















