Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Kabupaten Trenggalek memasuki pergantian musim hujan ke musim kemarau pada awal Mei 2024.
Pergantian musim itu merujuk prakiraan awal musim kemarau yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo.
Dalam rilis itu disebutkan Bumi Menak Sopal, sebutan lain Kabupaten Trenggalek memasuki musim kemarau pada Mei dasarian I dan II. Dasarian I rentang waktu tanggal 1 hingga 10, sementara dasarian II rentang waktu tanggal 11 hingga 20. Berkaca dari itu, Trenggalek saat ini memasuki musim kemarau.
“Kecuali di Kecamatan Bendungan pada Juni dasarian I,” kata Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono, Kamis (2/5/2024).
Dalam rilis itu disebutkan puncak musim kemarau terjadi pada Juli – Agustus atau sebagian Juli sebagian lainnya Agustus. Berkaca pada perubahan musim itu, BMKG mengeluarkan himbauan kepada masyarakat menghadapi musim kemarau.
“Pertama bijak dalam menggunakan air, memanen air hujan saat pancaroba, pantau hotspot (titik api) pada Wofi hingga tidak melakukan aktivitas pembakaran secara sembarangan,” imbuhnya.
Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Trenggalek jadi atensi petugas. Penekanan itu berkaca dari rentetan kasus Karhutla yang pernah terjadi waktu itu. Rentetan kasus itu tak lepas dari kondisi wilayah yang juga terdampak kekeringan meteorologis, artinya kekeringan saat itu lebih kering ketimbang tahun sebelumnya sehingga rentan terjadi kebakaran.



















