Kediri, SEJAHTERA.CO – Penyerahan bantuan modal usaha yang bersumber dari DBHCHT Tahap I Tahun 2024 mulai digulirkan hari ini, Selasa (6/8). Bertempat di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Pemerintah Kota Kediri melalui Disperdagin akan menyalurkan bantuan modal usaha kepada 5.617 penerima secara bertahap hingga Senin (12/8) mendatang. Untuk hari ini, bantuan modal usaha diserahkan kepada 1.156 penerima dari Kelurahan Balowerti, Banjaran, Kaliombo, Kampung Dalem, Kemasan, Manisrenggo, Ngronggo, Dandangan, Ngadirejo, Jagalan dan Pakelan.
Dalam keterangannya secara terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Wahyu Kusuma Wardani mengatakan Pemerintah Kota Kediri berkomitmen terus mendorong pemberdayaan UMKM. Salah satunya melalui program bantuan modal usaha. Wahyu menjelaskan program ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha mikro dan menengah menjalankan usahanya agar bertahan bahkan lebih berkembang. “Saya sampaikan selamat kepada Bapak Ibu semua yang lolos sebagai penerima manfaat bantuan modal usaha Tahun 2024. Bapak Ibu merupakan salah satu dari 5.617 orang yang beruntung lolos seleksi dari total 6.815 calon penerima manfaat,” terang Wahyu.
Baca juga: Pj Wali Kota Kediri Paparkan Laporan Evaluasi Kinerja Triwulan III
Terkait mekanisme dan penyaluran bantuan modal usaha, Wahyu menyebut telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang tertera pada Perwali Nomor 5 Tahun 2023 tentang petunjuk teknis pemberian bantuan modal usaha yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. “Untuk seluruh tahapan bantuan modal usaha telah kami lakukan secara profesional, transparan dan adil,” ujarnya.
Pada Tahun 2024 ini masing- masing penerima mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp.2,5 juta. Dengan bantuan modal usaha yang diberikan, Wahyu berharap dapat membantu para pelaku usaha meningkatkan sarana, kapasitas produksi serta membuka lapangan kerja baru. Sehingga, perekonomian semakin menguat dan masyarakat semakin sejahtera. “Saya berpesan, manfaatkan bantuan modal usaha ini dengan bijaksana dan penuh tanggung jawab sesuai rencana anggaran yang telah disusun. Karena realisasi bantuan ini harus disertakan SPJ-nya untuk dilaporkan ke Disperdagin Kota Kediri,” pesannya.
Sementara itu dengan perubahan zaman yang sangat pesat saat ini, Wahyu sekaligus mengimbau para penerima bantuan modal agar bisa terus beradaptasi mengikuti pekembangan zaman. “Saat ini banyak konsumen yang lebih menyukai pesan via online. Maka, pasarkan juga produk panjenengan lewat media sosial. Tingkatkan pula layanan yang cepat, ramah dan mudah,” tambahnya. Agar usaha yang dijalankan semakin berkembang dan sukses, Wahyu menuturkan salah satu kuncinya ialah pengelolaan uang yang baik.
Baca juga: FGD Pemanfaatan TIK pada Smart City, Diskominfo Kota Kediri Tekankan Pentingnya Kolaborasi



















