Legislatif Instruksikan Ditunda, Pelemik Tarikan Rp 1,6 Juta di SMPN 1 Ponorogo

Legislatif Instruksikan Ditunda, Pelemik Tarikan Rp 1,6 Juta di SMPN 1 Ponorogo

“Kita lihat dulu seperti apa, kalau memang bergejolak dan memang perlu panggil akan kita panggil,” pungkas Politisi PKB itu.

Dilarang Memberatkan Masyarakat, Dindik Ponorogo Minta Penarikan Sumbangan SMP 1 Dikaji Kembali.

Seperti diberitakan koranmemo.com, Sabtu (30/9/2023), viralnya penarikan sumbangan yang dilakukan oleh SMP 1 Ponorogo kepada wali murid, untuk pembelian alat band hingga mobil baru sudah diketahui oleh Dinas Pendidikan (Dindik).

Read More

Kepala Dindik Ponorogo, Nurhadi Hanuri mengatakan, telah menghubungi Kepala SMP 1 Ponorogo untuk meminta informasi serta melakukan revisi terhadap penarikan sumbangan yang nilainya cukup memberatkan wali murid tersebut.

“Sudah saya WhatsApp, untuk minta direvisi mana program yang esensial mana yang tidak,” ungkap Nurhadi.

Nurhadi mengatakan bahwa sesuai dengan instruksi Bupati, seluruh satuan pendidikan agar pelayanan pendidikan jangan sampai memberatkan masyarakat. Selain itu satuan pendidikan juga harus mementingkan skala prioritas dalam setiap pengambilan keputusan.

“Jangan sampai memberatkan masyarakat, sumbangan dari komite harus memperhitungkan bagaimana kepentingan masyarakat biar menjadi nyaman,” imbuhnya.

Pihaknya juga menyoroti tentang pengadaan mobil baru dalam penarikan sumbangan tersebut. Menurutnya apakah ada nilai urgensi jika membeli dengan tidak membeli dengan segala pertimbangan. Oleh sebab itu, dirinya meminta agar ada diskusi kembali dari komite, pihak sekolah serta wali murid.

“Kalau memang bisa tidak dilakukan sekarang, untuk dievaluasi kembali. Yang terpenting, bagaimana sumbangan komite itu, berdampak pada kemajuan sekolah. Khususnya untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM), baik untuk peserta didik maupun gurunya,” pungkasnya.

Sekedar informasi, SMPN 1 Ponorogo mendadak viral setelah adanya surat edaran tentang penarikan sumbangan yang dibebankan kepada wali murid sebesar Rp 1,6 juta yang digunakan untuk membeli alat band, mobil baru, dan puluhan komputer dengan total anggaran mencapai Rp 530.000.000 juta.(son)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *