Uang belenja itu dapat diganti dengan botol plastik, koran, kertas, dan lain sebagainya untuk ditukarkan dengan kebutuhan pokok yang ingin dibeli.
“Ya tujuan dari toko minim sampah ini, utamanya untuk mengurangi penggunaan jumlah plastik yang digunakan. Sementara ini yang membeli kebutuhan pokok disini masih anggota bank sampah dan warga sekitar,” ungkap Endang.
Program ini merupakan salah satu cara untuk mendukung program Pemkot Kediri. Di Kota Kediri, ToMS ada di dua, Bank Sampah di Bujel dan di Bank Sampah Tempurejo.
“Untuk kedepannya nanti saya juga ingin mengajak kader bank sampah lain untuk membuka Toko Minim Sampah. Karena ini adalah suatu kegiatan yang bagus utamanya untuk mengurangi sampah plastik,” tutur Endang.
Yayasan HIjau Daun Mandiri ini berdiri pada tahun 2011, bertempat di Jalan Terusan Anjasmoro No.80, Bujel, Kec. Mojoroto, Kota Kediri. Yayasan ini terbentuk dari kegiatan konservasi dan pengelolaan sampah yang kemudian berkembang mendirikan sekolah alam dan bank sampah.
Kegiatan dari Yayasan Hijau Daun Mandiri, selain bank sampah, juga melakukan edukasi melalui komunitas, dan membersihkan sungai. Selain itu juga membentuk unit kerja, komunitas, pokmas, dan bekerja sama dengan lembaga pemerintah serta non-pemerintah untuk menyukseskan Kediri Ben Resik. (c1).



















