Blitar, SEJAHTERA.CO – Polisi terus mengusut kasus temuan mayat yang dicor di dalam kamar di Desa Bacem, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Mayat yang sudah menjadi tulang belulang itu diyakini perempuan.
Kepastian itu terungkap setelah Tim Forensik RS Bhayangkara Kediri turun ke lokasi sesaat setelah menerima panggilan. Tim pun langsung meneliti satu per satu tulang belulang.
“Iya hasil pemeriksaan sementara memang kerangka mayat adalah seorang perempuan. Ada beberapa indikatornya,” kata dr Tutik Purnawati, dari RS Bhayangkara di lokasi, Rabu (22/11).
Dia menjelaskan indikator itu di antaranya jaringan tulang belulang. Termasuk di antaranya model tulang. Dalam kedokteran memang ada perbedaan mencolok antara tulang perempuan dan pria.
Di antaranya tulang bagian belakang dan lain sebagainya. Sementara usianya masih muda, sekitar 25 tahunan. “Untuk jelasnya masih diteliti lebih dalam lagi. Karena ini juga menentukan identitas kelak,” katanya.
Untuk keperluan lebih lanjut, tulang dibawa ke rumah sakit untuk diteliti. Di antaranya menelisik jaringan. Termasuk di antaranya melihat kemungkinan adanya tindak kekerasan.
Pihaknya juga terus koordinasi dengan Satreskrim Polres Blitar Kota. “Intinya berupaya menguak. Termasuk identitas yang bersangkutan,” katanya. Melihat kondisi tulang, diperkirakan sudah dipendam sekitar 1 hingga 1,5 tahun lalu.
Seperti diketahui, warga Desa Bacem, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar geger. Pasalnya di salah satu kamar ditemukan kerangka yang ditimbun cor dengan kedalaman sekitar 1,5 meter lebih.
Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno mengakui menerima laporan penemuan kerangka pada Selasa sore (21/11).
“Iya memang ada laporan dan kami langsung ke tempat kejadian penemuan kerangka. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” katanya.



















