Diketahui, berdasarkan peristiwa tahun lalu, longsor terjadi di Kecamatan Sendang, Pagerwojo, Tanggunggunung dan Pucanglaban.
Menurut Arsya, kebanyakan memang wilayah yang sering terjadi longsor itu berada di dataran tinggi utamanya wilayah pegunungan di Tulungagung. Sedangkan untuk wilayah rawan bencana hidrometeorologi lainnya masih dalam tahap pemetaan yang dilakukan oleh Satgas Penanganan Bencana.
“Fokus kami tidak hanya longsor, tetapi juga banjir maupun angin puting beliung yang biasa terjadi selama musim penghujan. Untuk banjir dan longsor masih kami petakan,” pungkasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Tulungagung, Setidaknya terdapat sembilan kecamatan yang rawan bencana hidrometeorologi di Tulungagung.
Diantaranya yakni untuk bencana puting beliung sendiri biasanya terjadi di Kecamatan Boyolangu, Sumbergempol, Ngunut dan Rejotangan.
Sedangkan untuk bencana banjir rawan terjadi di Kecamatan Pucanglaban, Campurdarat dan Besuki. Sedangkan untuk bencana longsor rawan terjadi di wilayah pegunungan barat Tulungagung yakni di Kecamatan Pagerwojo dan Sendang.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor :



















