Dalam pembangunan drainase ini ada beberapa kendala yang dialami oleh para petugas, di antaranya adalah pipa PDAM yang memanjang di sepanjang jalan sehingga petugas harus berhati-hati saat melakukan penggalian agar tidak mengenai pipa PDAM.
Kendala yang kedua adalah saat melakukan penggalian ada beberapa warga yang keberatan karena penggalian tersebut ada di depan rumah. Sehingga mereka mengharapkan kompensasi karena mereka sulit mengakses jalan selama pembangunan.
Mengatasi hal tersebut Dinas PUPR bekerja sama dengan RT dan RW untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat jika pembangunan ini dilakukan untuk kesejahteraan dan kepentingan warga sendiri. Agar ketika hujan tidak ada air yang menggenang dan menghambat kegiatan masyarakat.
Di jembatan Jalan Mastrip ini sendiri juga diberikan pagar yang dibiayai oleh Prodamas yang masyarakat sekitar menghendaki untuk dilakukan pemagaran di jembatan agar tidak ada orang yang membuang sampah sembarangan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” pungkas I Made. (c1).



















