“Ada pembagiannya. Jadki 80 pelipat dibagi 20 kelompok. Nah kelompok-kelompok ini yang sortir dan lipat suara,” katanya.
Umam menjelaskan para pekerja mendapatkan penjelasan. Selain itu juga mendapatkan pengawasan ketat dan mengantongi kartu khusus. Lokasi pelipatan juga diberi pita pengaman.
Para pekerja sendiri mendapatkan uang honor Rp 200 per lembar. Para pekerja bareng-bareng sortir dan lipat suara sesuai dengan kelompoknya masing-masing. “Selama proses sortir diawas petugas kami. Mudah-mudahan kelar sesuai target,” katanya.
Pria ramah ini menambahkan, jika surat suara presiden dan wakil presiden kelar, bakal dilanjut surat suara jenis DPR RI, DPRD Provinsi DPRD kota dan DPD. (ziz)



















