Perempuan berambut sebahu ini menambahkan rata-rata keluhannya pusing dan mual. Gejala ini bisa muncul karena para tenaga di TPS itu kelelahan. Maklum tak sedikit yang bekerja sehari sebelum coblosan karena mempersiapkan sarana dan prasarana. Puncaknya dipastikan ketika pencoblosan berlangsung.
Sejak subuh, sudah berada di TPS. Tugas itu berlanjut hingga proses penghitungan. Di sinilah puncaknya. Diduga karena banyaknya yang harus dihitung menjadikan stamina berkurang. Mulai surat suara pilpres, DPD, DPR RI, DPRD provinsi hingga DPRD. Tak sedikit penghitungan hingga dini hari.
Christine memastikan, pihaknya para tenaga itu mendapatkan penanganan maksimal. Beberapa hari sebelum coblosan menyiagakan sejumlah tenaga medis. Bahkan dua rumah sakit yakni RSUD Srengat dan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi siap siaga.
Sementara itu, di Blitar ada pula tiga petugas KPPS yang mendapatkan penanganan medis karena kelelahan. Ada yang rawat inap ada pula jalan. (ziz)



















