“Gejalanya biasanya nafsu makan menurun, demam hingga kencing darah. Kemarin itu saat kami periksa, tidak menemukan adanya gejala tersebut pada hewan ternak korban,” ungkapnya.
Bakteri leptospira sendiri, ujar Tutus, dibawa hewan seperti contoh tikus dan menular ke manusia. Pemeriksaan hewan ternak milik korban dan tetangganya dilakukan karena ada kemungkinan sudah tertular bakteri leptospira.
Menurut Tutus, sapi dan kambing bisa membawa (Carrier) bakteri dan menularkannya kepada manusia. Namun ada dugaan muncul jika korban tertular leptospirosis melalui tikus lantaran kerap beraktivitas di sawah.
“Pihak Dinkes Tulungagung sudah mengambil beberapa sampel tikus untuk diperiksa. Kalau dari pemeriksaan fisik, ternak korban tidak ada gejala terkena leptospirosis,” pungkasnya.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Dhita Septiadarma



















