Awalnya, proyek jalan tol sepanjang 26,4 kilometer yang dibangun dalam dua seksi itu ditarget rampung pada akhir tahun 2024, namun akhirnya ditunda hingga kisaran tahun 2027.
BAKN mendorong pemerintah untuk meneruskan proyek, karena menurut Hendrawan pengaturan ganti rugi tanah yang direklamasi tidaklah mudah.
“Tetapi tadi kita melihat pemaparan, bahwa 60 persen sudah menerima dana kerahiman, yaitu biaya ganti rugi karena tanahnya sudah tidak kelihatan lagi, sudah tertutupi air,” ujar Hendrawan.
Sedangkan 40 persen sisanya masih berusaha melakukan reklamasi atas inisiatif mereka sendiri supaya mendapatkan ganti rugi sesuai dengan harga pasar.
Lebih lanjut, Hendrawan berharap, agar pembangunan jalan tol ini bisa segera diselesaikan, sehingga perekonomian di wilayah sekitar tumbuh dengan pesat.
“Kami harapkan apabila pembangunan jalan tol Semarang-Demak ini selesai, ekonomi akan tumbuh. Biaya logistik akan turun dan ekonomi masyarakat akan bergerak cepat,” tutup Hendrawan.
Sumber : Parlementaria
Editor : Irwan Maftuhin



















