Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 20 peserta calon komisioner KPU Kabupaten Ponorogo menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Brawijaya, Surabaya. Tes kesehatan yang dilakukan oleh TNI AD tersebut dilakukan serentak bersama ratusan peserta dari kabupaten lainnya.
Seleksi kesehatan dilakukan selama 4 hari mulai 16-19 April tersebut sebagai salah satu syarat verifikasi faktual dari tim dokter TNI angkatan darat. Selain tes kesehatan juga dilakukan psikotes.
“Persyaratan awal melampirkan surat kesehatan dari RS negeri, nah ini dicek secara faktual mulai fisik maupun riwayat kesehatan,” ungkap M Syarif Thoyib, Ketua Panitia Seleksi (Pansel) 6 Jawa Timur, Rabu (17/4/2024)
Menurut Syarif, nantinya hasil dari tes kesehatan tersebut dibagi menjadi 3 kategori, diantaranya yakni direkomendasikan, dipertimbangkan, dan tidak direkomendasikan.
Bagi yang masuk kategori tidak direkomendasikan secara otomatis gugur, sedangkan dua kategori lainnya masih berpotensi melanjutkan ke tes wawancara.
“Tidak direkomendasikan berarti langsung gugur, dipertimbangkan masih bisa maju ke berikutnya atas rekom tim seleksi, yang direkomendasikan ya lolos,” katanya.
Usai menjalani tes kesehatan, para peserta yang lolos akan menjalani tes wawancara dengan tim pansel. Wawancara yang dilaksanakan tanggal 20 – 24 April mendatang tersebut berisi tentang kepemiluan dan rekam jejak dalam pengalaman kepemiluan ditambah dengan tanggapan masyarakat.



















