Paripurna itu tindaklanjut permohonan pemkot soal tukar guling aset pemkot di belakang SMK dr Ismangil dengan tanah milik yayasan SMK dr Ismangil di Jalan Bali.
Berdasarkan laporan dari pansus, menurutnya ada beberapa yang digarisbawahi ketika pansus mengerjakan tugasnya. Pada awalnya pemkot menginfokan jika aset tanah pemkot di belakang SMK dr Ismangil berada di pojokan dan buntu. Ternyata setelah dicek punya akses jalan meski ditutup. Yakni akses menuju perumahan Melati.
Selain itu, lanjutnya tanah yang ditawarkan SMK dr Ismangil ke Pemkot Blitar ketika pengajuan atau permohonan tukar guling dekat atau bersebelahan dengan tanah bengkok Pemkot Blitar. Nah ketika dicek ternyata dipisahkan dengan tanah pribadi milik warga. Dewan khawatir jika ada pengembangan harus berurusan dengan pemilik tanah warga lain. “Nilai ekonomis juga jadi pertimbangan. Rugi kalau ditukar” katanya.
Sementara itu Wali Kota Blitar Santoso tak berkomentar banyak. Ketika diwawancara tak bisa.
Sebelumnya, Wali Kota Blitar Santoso mengatakan SMK dr. Ismangil merupakan sekolah swasta di Kota Blitar yang berdiri di atas tanah hak milik seluas kurang lebih 3.200 meter persegi. Nah satu bidang tanah pakai Pemkot Blitar seluas 512 meter persegi. SMK dr. Ismangil berencana menukar dengan tanah lain. Lokasinya berada di dekat sumber Kali Karangploso (Karangtengah-Plosokerep), Kecamatan Sananwetan dengan luas 1.046 meter persegi.
Pemkot. menilai lokasi yang ditukar guling itu sangat luas dan cocok. Itu karena dekat dengan wisata baru Sumber Kali Karplos. Jika permohon tukar menukar ini disetujui, maka akan memudahkan Pemkot Blitar dalam mengembangkan wisata baru tersebut.
Reporter : Abdul Aziz Wahyudi
Editor : Gimo Hadiwibowo


















