“Kami menyadari jika jalinan emosional dari orang tua terhadap anaknya itu juga penting, tetapi agar kondisi kesehatannya membaik, orang tua tidak bisa bounding dengan bayinya dan hanya bisa menunggui dan menjenguk saja,” ungkapnya.
Meski sudah diputuskan untuk menjalani rawat jalan, Kasil menyebut sebenarnya keputusan untuk melakukan rawat jalan bagi bayi kembar siam ini memiliki beberapa risiko.
Maka dari itu, pihak tim RSUD dr. Iskak harus menyiapkan berbagai aspek untuk melakukan rawat jalan terhadap bayi tersebut
Diketahui, persiapan ini mulai dari menugaskan bidan desa hingga mempersiapkan instalasi rumah yang ideal untuk tempat tinggal bayi tersebut selama rawat jalan. Hal ini dilakukan untuk menciptakan ruangan semi steril untuk bayi tersebut yang mana persiapan ini akan selesai sekitar 1 hingga 2 minggu ke depan.
“Kesehariannya ada bidan desa yang mendampingi orang tua dalam merawat kedua bayinya. Jadi jika terjadi apa-apa dapat segera tertangani,” pungkasnya.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma



















