“Tadi nonton nggak, nonton nggak. Tegang dan takut, jadi lebih sering nanya kabar ke Pak Goni yang di lapangan. Senangnya pakai banget pokoknya,” ungkap Andriyanto melalui sambungan selulernya.
Selama pertandingan berlangsung, Andriyanto melihat melalui tayangan youtube.
Ia mengaku sangat kepikiran, terlebih ketika beberapa pemain cedera, ditambah Richo Hardiansyah yang tak tampil lantaran kartu merah.
“Tadi saya lihat kiper kita cedera, Richo juga gak bisa main karena akumulasi kartu. Bisanya cuma berdoa dan yakin saja,” singkatnya.
Dengan lolosnya Persekabpas Pasuruan ke 8 besar Liga 3 Nasional, Andriyanto meminta para pemain, pelatih dan official untuk tetap berada di Bogor atau Jakarta.
Sebab 8 besar sudah menanti dengan jadwal pertandingan yang akan dimulai pada tanggal 30 mei mendatang.
“Tadi sudah saya telepon untuk tetap di Bogor atau di Jakarta,” terangnya.
“Istirahat dulu, cooling down, senang-senang sebentar karena lolos, perlu lah itu,” tambahnya.
“Karena tanggal 30 Mei sudah main lagi, mudah-mudahan kondisi para pemain tetap stabil, dan yang cedera lekas pulih,” terangnya.
Terpisah, Sekretaris Persekabpas, Taufiqul Ghoni yang berada di lokasi menegaskan bahwa selama pertandingan, seluruh pemain tampil solid, kuat dan tidak emosional.
Tiga faktor itulah, katanya seperti dilansir laman Pemkab Pasuruan, yang membawa kemenangan di babak penentuan ini.
“Kami lihat semua pemain stabil, solid, kuat dan tenang. Sama sekali tidak emosi saat bertanding. Sehingga semakin pengalaman, jadi diri Persekabpas semakin ditunjukkan,” tegasnya.
Menariknya, skor 3-2 sama persis dengan prediksi official. Termasuk ketika meminta doa kepada Gus Iqdam yang tengah beribadah di Tanah Suci Makkah.
“Tadi sebelum sholat dhuhur, melalui abah Rokhmawan sempat nelpon Gus Iqdam untuk mendoakan Persekabpas, dan doanya menang 3-2,” ucapnya.
Editor: Gimo Hadiwibowo



















